Sang Diktator dari Nicaragua 4th

Sang Diktator dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 4

Sang Diktator dari Nicaragua Bagian 4 – Pada tanggal 10 Januari 1978, Pedro Joaquin Chamorro, pemimpin surat kabar Le Prensa dibunuh sewaktu memimpin demonstrasi masa melawan rejim Somoza. Akibat terbunuhnya Pedro Joaquin Chamorro terjadilah pemogokan massal diseluruh negri yang dimulai pada tanggal 23 Januari 1978.

 

Baca Sang Diktator Dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 3

Para demonstran menuntut untuk segera diakhiri ke-diktatoran Somoza Debayle. Garda Nasional semakin meningkatkan represi. Somoza Debayle mengumumkan akan tetap bertahan pada kekuasaan hingga berakhirnya masa kepresidenan di tahun 1981. Dalam masa pemogokan yang berlangsung selama 2 minggu gerilyawan FSLN gencar melancarkan serangan ke seluruh Negara.

Bulan februari tahun 1978, Amerika Serikat menunda pemberian bantuan militernya kepada rejim Somoza Debayle. Hal ini membuat Somoza Debayle berpaling kepada pasar Internasional untuk memperoleh senjata dan peralatan militer, dari beberapa sumber dilaporkan bahwa pasokan senjata dan peralatan militer didapat Somoza Debayle dari Israel.

Keadaan Nicaragua semakin terpuruk, akibatnya perekonomian anjlok, Investasi tidak ada, Inflasi serta pengangguran meningkat tajam. Oposisi semakin tumbuh berkembang dan salah satu oposisi yang muncul adalah Front Oposisi Tidak Terbatas (Broad Opposition Form/FAO) yang merupakan gabungan empat kelompok oposisi termasuk Los Doce.

Pada tanggal 22 Agustus 1978, FSLN berhasil mengambil alih istana presiden dan menahan dan menyandera hampir 2000 pejabat Negara serta anggota kongres. Penyanderaan ini berlangsung selama 2 hari.

Sebuah kekalahan yang memalukan serta menjadikan demoralisasi Garda Nasional, dilain sisi penyanderaan ini memberikan semangat dan inspirasi bagi pihak oposisi. Somoza Debayle terpaksa memenuhi permintaan kaum pemberontak, termasuk melepaskan 60 gerilyawan FSLN dari penjara, selain itu Somoza Debayle juga melakukan tebusan sebesar 500.000 dollar Amerika Serikat.

Pada bulan Maret tahun 1979, dibawah pimpinan Kuba terjadi penyatuan tiga faksi menjadi sebuah Front Sandinista Bersatu, di sisi lain Organisasi Rakyat Amerika Serikat Komisi Inter-Amerika untuk Hak Asasi Manusia (Organization of American States Inter-American Commision on Human Right) mempublikasikan laporan yang menuduh Garda nasional terlibat kekejaman atas Hak Asasi Manusia yang di bawa ke Sidang PBB dan pada akhirnya PBB mengeluarkan Resolusi mengecam Pemerintahan Nicaragua.

FSLN mendirikan Front Patriot Nasional (National Patriotic Front) pada tanggal 1 februari 1979 yang merupakan sebuah koalisi karena didukung oleh Los Doce dan elemen-elemen FAO dan sector bisnis.
FSLN juga mempersiapkan kesiagaan perang dengan memperbesar pasukan, melakukan pengiriman senjata dari Venezuela, Panama dan Kuba, terutama melalui Costa Rica.

Sebuah serangan terjadi pada bulan Mei tahun 1979, ketika FSLN menyerang Garda Nasional yang menyeberang Negara itu. Pada akhir bulan Juni tahun 1979, seluruh Nicaragua berada dibawah control FSLN kecuali ibukota Managua.

Bersambung ke Sang Diktator Dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 5

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *