Sang Diktator dari Nicaragua 3

Sang Diktator dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 3

 

Sang Diktator dari Nicaragua Bagian 3 – Mengingat kekuasaan selama 5 tahunnya akan berakhir, Anastasio Somoza Debayle merevisi konstitusi yang memberi kesempatan kepadanya untuk berkuasa hingga tahun 1972.

Anastasio Somoza Debayle menyepakati sebuah keputusan untuk melantik Junta yang beranggotakan tiga orang dan memerintah sampai tahun 1974. Anastasio Somoza Debayle masih tetap menjabat sebagai direktur Garda Nasional.

Baca Sang Diktator Dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 2

Oposisi terhadap Anastasio Somoza Debayle semakin meningkat dikalangan masyarakat, di dunia pers dipimpin oleh Pedro Joaquin Chamorro dengan surat kabarnya Le Prensa, di kalangan agama Gereja Katolik Roma dibawah pimpinan Uskup Agung Obando Y Bravo juga ikut menyuarakan menentang kepemimpinan Anastasio Somoza Debayle.

Pada tanggal 30 Desember 1972, terjadi bencana gempa bumi yang dahsyat di Nocaragua yang memporak-porandakan ibukota, Managua. Gempa bumi ini mengakibatkan 10.000 jiwa meninggal dan lebih dari 50.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Sang Diktator dari Nicaragua 3

Foto : https://upload.wikimedia.org

Perampasan isi kota dilakukan oleh Garda Nasional, yang pada akhirnya penggelapan bantuan bencana yang dilakukan oleh Anastasio Somoza Debayle dan keluarga serta anggota Garda Nasional terungkap.

Korupsi yang dilakukan oleh Anastasio Somoza Debayle beserta keluarga dan kroni-kroninya ini membuat hamper semua tokoh politik berbalik melawan rejim tersebut. Keadaan darurat militer kemudian ditetapkan, dan Anastasio Somoza Debayle ditunjuk sebagai ketua eksekutif pemerintahan. Anastasio Somoza Debayle merespon perlawanan oposisi ini dengan represif, pembatasan terhadap pers semakin diperketat.

Pada pemilihan presiden tahun 1974 Anastasio Somoza Debayle memenangkan kembali jabatan presiden, hal ini memicu konflik yang semakin panas.

Pada tanggal 27 Desember 1974 dideklarasikan Front Pembebasan Nasional Sandinista (Sandinista national Liberation Front / FSLN) oleh Augusto Cesar Sandino. FSLN ini beroperasi di daerah pinggiran kota, mereka merampas rumah seorang pejabat dan menyandera beberapa pejabat penting Nicaragua, yang sebagian besar adalah keluarga Somoza.

Reputasi Gerilyawan FSLN meningkat setelah berhasil melakukan negosiasi sebanyak 1 juta dollar Amerika sebagai tebusan, dan meminta deklarasi pemerintah untuk dibacakan lewat radio dan dicetak di Koran Le Prensa, Gerilyawan FSLN juga menuntut pembebasan 14 tahanan FSLN dari penjara dan diterbangkan ke Kuba bersama para penculiknya.

Somoza merespon permintaan tersebut dengan semakin ketat melakukan sensor terhadap pers, Somoza juga melakukan intimidasi, penyiksaan dan pembunuhan terhadap lawan-lawannya.

Pada tahun 1975 Somoza Debayle dan garda Nasional melancarkan serangan keji terhadap FSLN. Penahanan dan penyiksaan semakin gencar dilakukan, bahkan terhadap masyarakat sipil yang dicurigai berhubungan dengan FSLN mereka tak segan-segan juga melakukan kekerasan dan penyiksaan, hal ini membuat Negara Nicaragua mengalami Perang Sipil.

Di bulan September tahun 1977 dibawah tekanan dari pemerintahan Amerika Serikat dengan presiden Jimmy Carter, Somoza Debayle mencabut status Darurat Militer.

Protes anti pemerintah dan beberapa demonstrasi mulai sering terjadi. Di bulan Oktober tahun 1977 sebuah kelompok pebisnis terkenal Nicaragua dan para akademisi dikenal dengan sebutan Los Doce – Group of Twelve (Kelompok 12) membentuk sebuah organisasi anti-Somoza yang memiliki hubungan dengan FSLN.

Bersambung ke Sang Diktator Dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 4

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *