Sang Diktator dari Nicaragua 2nd

Sang Diktator dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 2

 

Sang Diktator dari Nicaragua Bagian 2 – Somoza Gracia memang seorang yang ambisius, ketika lawan-lawan politik Somoza Gracia mulai bermunculan baik di dalam negeri maupun di luar negri, dia menarik diri dari pemilihan presiden, tetapi masih memiliki sekawanan krooni yang masih berkuasa di pemerintahan.

Baca Sang Diktator Dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 1

Somoza Gracia tetap memegang kendali di belakang layar serta masih mengontrol Garda Nasional, sebuah scenario yang akan mengeksploitasi hingga Somoza Gracia terpilih kembali sebagai presiden pada tahun 1955.

Pada tahun 1955 ini pula, Somoza Gracia menunjuk anaknya Anastasio Somoza Debayle sebagai komandan Garda Nasional. Pada kerusuhan 21 September 1956, Somoza Gracia terluka parah diserang oleh Rigoberto Lopez Perez (seorang penulis puisi muda berusia 27 tahun), delapan hari kemudian Somoza Gracia meninggal dunia.

Foto https://upload.wikimedia.org

Anak tertua Somoza Gracia yaitu Luis Somoza Debayle mengambil alih jabatan ayahnya sebagai presiden, sedangkan anak keduanya yaitu Anastasio Somoza Debayle menduduki jabatan sebagai Direktur Garda Nasional.

Kedua anak Somoza Gracia ini melakukan serangan balasan atas tewasnya ang ayah dengan menyiksa dan memenjarakan lawan-lawan politik, membatasi kebebasan pers dan kebebasan sipil juga di tekan.

Kedua kakak-beradik Somoza ini juga membuat partai oposisi boneka, Partai Konservatif Nasional (National Conservative Party) untuk menambah kredibilitas pada pemilihan presiden yang pada akhirnya dimenangkan oleh Luis Somoza Debayle.

Setelah menjadi presiden Luis Somoza Debayle melakukan larangan larangan konstitusional pada pemilihan presiden berikutnya sama seperti yang pernah dilakukan ayahnya Somoza Gracia.

Dengan menjalankan kebijaksanaan antikomunis, Luis Somoza Debayle mendapat dukungan dari pemerintah Amerika Serikat, sebuah dukungan politik yang sangat menguntungkannya, apalagi saat itu Luis Somoza Debayle menyalahkan Revolusi yang terjadi di Kuba dan menuduh Fidel Castro berusaha menggulingkan pemerintahan yang sah Nicaragua.

Pada tahun 1961 pemerintahan Luis Somoza Debayle memainkan peranan penting dalam usaha invasi “Bay of Pigs” ke Kuba. Dia mengijinkan satu brigade tentara kuba yang terbuang untuk menggunakan basis-basis militer di Pantai Karibia milik Nicaragua untuk melakukan serangan ke Kuba yang pada akhirnya gagal.

Kedua kakak-beradik Somoza ini menjadikan ayahnya “Somoza Gracia” sebagai contoh dalam memerintah.
Pada tahun 1967 Anastasio Somoza Debayle gantian yang terpilih menjadi presiden Nicaragua, dan dia mengangkat kakaknya Luis Somoza Debayle menjadi Direktur Garda Nasional, yang memberikan kepadanya control mutlak terhadap politik dan militer Nicaragua.

Dua bulan setelah diangkat menjadi Direktur Garda Nasional, Luis Somoza Debayle meninggal dunia

Sementara kroupsi dan meningkatnya represi politik oposisi terhadap rejim ini semakin berkembang, mencoba memutus sebuah siklus politik, dan direspon oleh pemerintahan Anastasio Somoza Debayle yang menyebabkan perekonomian dan social Nicaragua terancam kehancuran

Bersambung ke Sang Diktator Dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 3

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *