Sang Diktator dari Nicaragua

Sang Diktator dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 1

 

Sang Diktator dari Nicaragua – Nicaragua diawasi Spanyol selama masa penaklukan Amerika di abad 16, menjadi sebuah Negara colonial yang terbelakang. Deklarasi kemerdekaan Negara tersebut tahun 1838 membawa sedikit kestabilan karena Amerika Serikat dan Inggris bersaing menanamkan pengaruhnya.

Angkatan laut Amerika Serikat memasukki Nicaragua pada tahun 1909 untuk membantu menghalau kekuasaan sang dictator anti-Amerika Serikat Jose Santos Zelaya. Angkatan laut Amerika Serikat kembali lagi tahun 1912, menetap di Nicaragua sampai dengan tahun 1933.

Ketika Angkatan laut Amerika Serikat datang di Nicaragua, Anastasio Somola Gracia diangkat oleh pemerintahan Amerika Serikat sebagai direktur Garda Nasional (Kepolisian Nasional yang didirikan oleh Amerika Serikat).

Sang Diktator dari Nicaragua

Foto : https://commons.wikimedia.org

Anastasio Somoza Gracia mengorganisir pembunuhan terhadap Augusto Cesar Sandino pemimpin perlawanan, dan penghancuran pasukan gerilyawan Sandino. Pada bulan Desember 1936, Anastasio Somoza Gracia terpilih menjadi presiden Nicaragua.

Biografi Anastasio Somoza Debayle

Anastasio Somoza Debayle lahir pada tanggal 5 desember 1925 di Leon, Nicaragua. Dia adalah anak kedua dari Anastasio Somoza Gracia. Dia menempuh sekolah di Florida kemudian masuk ke La Salle Military Academy di Long Island, New York. Setelah itu dia berkarir di dunia militer, lulus dari West point pada tanggal 6 Juni 1946.

Setelah terpilih menjadi presiden, Somoza Gracia menunjuk anggota keluarga dan kerabat-kerabat dekatnya untuk mendudukki posisi penting dalam pemerintahan dan militer. Somoza Gracia memgang control absolut di partai yang dia pimpin, Partani Nasionalis Liberal (Liberal Nationalist Party).

Somoza Gracia juga memegang control terhadap Garda Nasional serta mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat. Garda Nasional mengontrol sebagian besar perusahaan- perusahaan milik Negara, termasuk radio nasional, dan jaringan telegraf, jasa pelayanan pos dan keimigrasian, jasa-jasa pelayanan kesehatan, jasa-jasa pelayanan pendapatan dan kereta api nasional.

Somoza Gracia memanipulasi pemerintah untuk memperkuat kekuasaannya sebagai presiden dan untuk menghilangkan larangan konstitusional terhadap pemilihan kembali presiden, guna memperpanjang masa berkuasa selama delapan tahun kedepan.

Selama Perang Dunia II, perekonomian Nicaragua berkembang pesat sebagai akibat dari produksi ekspor utama yang menyokong peralatan perang Amerika Serikat. Namun sebagian besar keuntungan ekspor itu masuk ke kantong keluarga Somoza Gracia dan krooni-kroninya.

Properti-properti milik jerman disita dan dijual kepada Somoza Gracia dan keluarganya dengan harga murah.
Hingga akhir tahun 1940 an, Somoza Gracia menjadi pemilik tanah terbesar di Nicaragua, Dia memiliki peternakan- peternakan dan kebun-kebun kopi. Dia juga memiliki atau mengontrol semua Bank, kereta api nasional, penerbangan nasional, sebuah perusahaan semen, perusahaan-perusahaan tekstil, beberapa perusahaan energy listrik dan property di kota-kota. Hingga Perang Dunia berakhir, kekayaan pribadi Somoza Gracia diperkirakan mencapai 60 juta dollar Amerika Serikat.

Bersambung ke Sang Diktator Dari Nicaragua (Konflik Tak Berujung Nicaragua) Bagian 2

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *