Pelajaran Sekolah Minggu

Pelajaran Sekolah Minggu

Pelajaran Sekolah Minggu – DIan dan Radit, dua anak ini adalah teman sekelas Emus, keduanya juga teman akrab Emus di sekolah.

Dian gadis kecil sebenarnya anak yang cerdas juga, walaupun tidak secerdas Emus, hanya saja DIan ini punya satu kebiasaan buruk yaitu gampang mengantuk, sehingga sering tertidur di kelas.

Sedangkan si Radit, dari sisi kecerdasan anak ini paling payah jika dibandingkan dengan Dian apalagi dibandingkan dengan Emus, selain itu Radit juga terkenal sangat usil di kelasnya, sudah tidak terhitung berapa temannya yang menjadi korban kejahilan si Radit kecil.

Dian dan Radit yang kebetulan beragama Kristen, mereka berdua cukup rajin mengikuti Pelajaran sekolah minggu.

Pelajaran Sekolah Minggu

Di suatu Hari minggu, seperti biasa mereka berdua mengikuti kegiatan Sekolah Minggu. Jadwal sekolah hari minggu pada saat itu adalah evaluasi beberapa Firman Tuhan yang telah diajarkan sebelumnya.

“Anak anak, hari ini merupakan evaluasi pelajaran firman Tuhan yang selama ini Ibu guru ajarkan. Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada kalian, apakah kalian siap?” Bapak Kepala Pendeta bertanya kepada murid-murid sekolan minggu.

“Siiiiap Bapak Pendeta”

“Radit, coba dijawab, Bila saya menjual rumah dan mobil saya, dan menjual semua barang milik saya, lalu memberikannya ke gereja, apakah saya akan masuk sorga?”
“TIDAK!”, jawab Radit

“Bila saya membersihkan gereja setiap hari, memangkas rumput di halamannya, dan membersihkan serta merapikan semuanya, apakah saya akan masuk sorga?” Bapak Kepala Pendeta melanjutkan pertanyaannya.

Radit menjawab Lagi, “TIDAK!”

“Jika saya mengasihi sesama manusia, saya juga menyayangi semua binatang dan memberikan permen pada semua anak serta mengasihi isteri saya, apakah saya akan masuk sorga?”

Radit segera menjawab “TIDAK!”

“Terus bagaimana caranya saya bisa masuk sorga Radit?”

“Bapak Pendeta Harus Mati” Radit menjawab dengan tegas.

Baca juga Terlalu Pintar

Sementara Radit di berikan pertanyaan oleh Bapak Kepala Pendeta, di kursi tepat didepan Radit tampak Dian sedang lelap tertidur.

Segera setelah selesai memberi pertanyaan kepada Radit, dan dengan hati yang masih agak dongkol mendapat jawaban dari Radit, Bapak Kepala Pendeta menghampiri Dian dan mengajukan pertanyaan.

“Dian, siapa yang menciptakan alam semesta?”

Dian tetap tidur tidak bergerak, Radit yang duduk di kursi belakang Dian kemudian mengambil pensil dan menusuk pantat Dian dengan pensil dari belakang.

“Ya Tuhan!” Teriak Dian

Bapak Kepala Pendeta terkejut, ternyata Dian mendengarkan pertanyaannya

“Bagus sekali” dan Dian tertidur kembali.

Beberapa saat kemudian Bapak Kepala Pendeta bertanya kembali kepada Dian

“Siapakah Juru Selamat kita.”

Dian bahkan tampak lelap dalam tidurnya. Sekali lagi, Radit beraksi untuk menyelamatkan dan menusuknya lagi.

“Ya Tuhan!” Teriak Dian

dan Bapak Kepala Pendeta berkata, “Bagus sekali,” tak lama kemudian Dian tertidur kembali.

Kemudian, Bapak Kepala Pendeta menanyakan Dian pertanyaan ketiga.

“Apa yang dikatakan Hawa kepada Adam setelah dia memiliki anak kedua puluh tiga?”

Dan terjadi lagi, Radit menusuk pantan Dian dengan pensil.

Kali ini Dian melompat dan berteriak,

“Jika kamu menempelkan aku dengan benda itu sekali lagi, aku akan memecahnya menjadi dua dan menempelkannya ke pantatmu!”

Bapak Kepala Pendeta pingsan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *