Pedoman Hidup dari Bokong Truk

Pedoman Hidup dari Bokong Truk

 

Pedoman Hidup dari Bokong Truk – Truk adalah salah satu kendaraan yang sering membuat saya mengumpat, bagaimana tidak? Karena tuntutan pekerjaan, maka jalur Jogja-Semarang menjadi menu sehari hari yang harus saya lalui.

Mulai memasuki area magelang persis setelah Jembatan krasak dimulailah sebuah perjalanan yang sungguh menguras energi dan emosi.

Dijalur ini hampir disetiap perjalanan jika ada kemacetan, penyebabnya adalah Truk, terutama truk pasir, nulai dari jalannya yang super lambat karena memuat pasir yang berlebihan, bahkan lebih lambat dari kayuhan sepeda anak saya yang baru kelas 4 SD.

Ada juga kemacetan yang disebabkan karena monster pengangkut pasir ini mencoba mendahului monster lain sesama pengangkut pasir dan cilakanya “take over” posisi ini tidak selalu berlangsung mulus seperti perkiraan sang sopir.

Jadilah Truk berjejeran dengan truk berjalan seiring seirama mirip pengantin yang memasuki panggung pernikahan.

Belum lagi kemacetan luar biasa yang disebabkan karena ada truk yang “mangkrak” di tengah jalan, entah karena Ban  bocor, mogok mendadak atau as roda patah.

Karena sudah menjadi rutinitas yang menjemukan, saya berusaha menikmati saja dan beruntungnya berkat bapak-bapak sopir truk ini maka saya mendapatkan Pedoman Hidup dari Bokong Truk .

Terima kasih pak sopir truk

Pedoman Hidup ini saya dapatkan dari mereka para sopir truk, karena berkat “Tulisan filosofi” yang mereka tuliskan di bagian belakang bak truk (saya lebih suka menyebut Bokong truk).

Saya menyadari bahwa mereka ternyata adalah para filsuf jalanan, filsuf arus bawah, pemikir yang tidak hanya berpikir tetapi juga harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Pada awalnya saya tidak pernah menggubris apa yang ditulis itu, tetapi setelah saya renungkan ternyata di sebagian besar tulisan itu, jika kita laksanakan dengan khusyu’ akan memberikan banyak manfaat.

Tidak semua jenis tulisan di bokong truk dimaksudkan melucu. Tak jarang saya mendapati tulisan berupa petuah bijak yang nakal, protes, sindiran, gerundelan, atau curahan hati yang wagu. Tapi, justru realistis.

Ada beberapa tulisan yang layak saya catat, ingat dan jadikan pedoman hidup.

“Dua anak cukup, Dua istri Bangkrut,”

Ini adalah sebuah peringatan khususon kepada pak sopir sendiri, ditengah beratnya mencari nafkah untuk keluarga.

Tulisan ini juga sindiran keras kepada para Poligamer yang akhir-akhir ini cukup gencar membuat gerakan beristri lebih dari satu lebih baik, lha wong baru saja bias pipis dengan benar kok sudah mau ikutan gaya hidup beri-istri lebi dari Satu.

“Beratnya muatanku tak seberat Angsuranku”

Entah kalimat filsuf ini saya kategorikan sebagai protes, keluhan, grundelan atau penyemangat, yang jelas Pak sopir truk yang membawa muatan berat dengan jalan yang super lelet ini mempunyai alas an kuat sehingga walaupun sering menjadi bahan makian pengguna jalan lainnya, tetapi semua itu mereka terima, karena mereka adalah para Fisabilillah untuk keluarga.

“Sabar ngantri, ra Sabar Mlumpat”

Kalau ini sih sebuah himbuan nyinyir untuk pengguna jalan yang berada dibelakang mereka. Dimohon sabar, walaupun kalian membunyikan klakson sampai habis aki mobil, tetap saja tidak akan mampu membuat truk berjalan lebih cepat, jadi hanya ada dua pilihan “Tetap antri di belakang kami, atau melompatlah untuk mendahului kami.

“Ora Usah Dolanan Barang Nylempit, Enak’e Semenit Rekosone Sundul Langit”

I’ve got the point….Sungguh sebuah himbauan yang kritis dan nakal kepada kalian para kaum Adam. Berpikirlah untuk tidak selingkuh, pertimbangkanlah kembali jika akan melakukan Zina. Kenikmatan yang kalian dapatkan hanya sesaat, tetapi jauh lebih besar mudharat yang akan kalian dapat.

Pedoman Hidup dari Bokong Truk

Para filsuf truk telah menunjukkan kepada kita cara memberi kontribusi bagi kehidupan dan kebahagiaan orang-orang sekitarnya.

Mereka layak mendapatkan hadiah Nobel kategori filsuf jalanan, dari merekalah kita bisa belajar banyak Pedoman Hidup dari Bokong Truk.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *