Mendadak Disorientasi

Mendadak Disorientasi

Mendadak Disorientasi – Hari Minggu ini Ibu Emus ada acara bersama ibu-ibu PKK, agar acara bisa berjalan dan tidak terganggu kehadiran Emus maka ibunda Emus minta suaminya untuk mengajak Emus jalan-jalan ke kota.

“Bapak, bisa ajak Emus untuk jalan-jalan nggak? Soalnya aku mau ada acara sama ibu-ibu PKK dan rasanya gak mungkin ajak Emus, nanti malah mengganggu” Ibu Emus mengajukan permintaan kepada suaminya.

Bapak Emus menyetujui, dia berpikir daripada nglangut dirumah lebih baik mengajak Esmu jalan-jalan sekalian refreshing, maklum sudah jenuh juga cuma lihat kebun dan bercengkerama dengan hewan ternak.

“Emus ayo mandi, kita jalan-jalan ke kota” ajak Bapak Emus

“Asyiik, jalan-jalan, nanti Emus beli mainan ya pak” Emus menjawab sambil berlompat-lompat riang

Segera anak kecil itu mencopot baju dan celananya sambil telanjang berlari ke kamar mandi.

Tak lama berselang si Emus sudah keluar dari kamar mandi dengan masih basah langsung memakai kaos bola kegemaraannya yang bertuliskan CR7.

Emus dan bapaknya meluncur ke kota menggunakan “Mang Jambrong”, sebutan untuk L-300 milik mereka.

Baca juga CARA YANG ANDA PIKIRKAN

Perjalanan ke kota memakan waktu 30 menit, beruntungnya karena hari minggu jalanan tidak macet, tak lama kemudian mereka sudah sampai di salah satu Mall di kota.

“Emus, kita ke toko beli mainan dulu ya” Bapak Emus langsung menggandeng Emus begitu tiba di dalam Mall.

Sesampai di depan escalator bapak Emus menghentikan langkahnya, Dia tak jadi naik gara-gara landasan eskalator bergerak naik terus.

Dia takut jatuh. Apalagi pegangan tangannya juga bergerak terus, Lama mencoba untuk naik tapi gak bisa-bisa, akhirnya bapak Emus memutuskan untuk naik tangga biasa saja.

Emus bersorak kegirangan begitu sampai di toko mainan, setelah itu Emus larut dalam kesibukan memilih mainan mana yang akan dibeli.

Sambil menemani Emus memilih mainan, bapak Emus melihat ada kamera CCTV di pojok-pojok atas. Wah, pasti petugas toko bisa melihat dirinya saat ini.

Bapak Emus langsung melambai-lambaikan tangannya ke kamera mirip uji nyali. Bahkan melompat-lompat, menari-nari, berputar-putar, dan sesekali ‘melet’ ke kamera.

Emus sudah selesai memilih beberapa mainan, kemudian mereka berdua menuju kasir untuk membayar.
“Pak, aku lapar” kata Emus sambil memegang perutnya

“Ayo kita makan, tapi ibumu tadi pesan jangan beli es katanya”

“Aku mau makan sama beli es krim” Emus mulai memprotes

“Nanti kalau dimarahi ibumu gimana?” bapak Emus berusaha mengingatkan

“Ya ibu jangan tahu, ini rahasia kita berdua pak” kecerdasan Emus mulai tampak

Akhirnya bapak Emus mengalah, mereka berdua menuju ke Food Court yang ada di Mall itu.

Mendadak Disorientasi

Di Food Court, sebuah pemandangan indah didapatkan. Disana mereka menjumpai seorang wanita cantik dan seksi duduk sendirian, tentu saja bapak Emus langsung memilih duduk didekat wanita itu.

Setelah selesai memesan makanan untuk mereka berdua, dan tentu saja tidak lupa juga memesan es krim buat Emus, bapak Emus segera mendekati Emus dan berbisik

“Emus, ingat apa yang kita makan disini adalah rahasia kita ya, ibumu jangan sampai tahu”
Emus mengangguk tanda mengerti

“Dan ingat Emus, apapun kejadian yang ada disini juga rahasia kita” bapak Emus melanjutkan
Emus mengangguk sambil memainkan mainan yang baru saja dibeli.

Merasa bahwa Emus akan mengerti dan bisa menjaga rahasia, maka bapak Emus menggeserkan kursinya untuk mendekat kepada wanita tadi.

“Siang mbak” bapak Emus membuka percakapan

“Siang juga” Wanita itu menjawab tanpa melihat

“Sendirian ya” mulailah sifat playboy bapak Emus muncul

Wanita itu menjawab dengan ketus “Maaf bapak jangan buang waktumu, saya ini seorang lesbian”

Dasar bapaknya Emus adalah seorang Playboy cap kaki tiga, mendengar jawaban wanita cantik nan seksi itu tidak menyerah dan masih melanjutkan obrolannya

“Oh Itu menarik, apakah mbak ini sedang menunggu pacar wanita mbak?”

“Tidak, saya sedang melihat-lihat apakah ada pengunjung wanita disini yang bisa saya jadikan teman kencan” wanita itu menjawab sambil memperhatikan salah satu sudut food court.

Wanita itu kemudian melanjutkan perkataannya “Saya sudah memperhatikan si pirang di pojok itu, dari tadi saya sudah membuat kontak mata dengannya”.

Bapak Emus kemudian melihat di pojok Food court, dilihatnya seorang wanita dengan rambut semir pirang berdandan seksi dengan kaos you can see.

“Terus apa yang akan mbak lakukan?” bertanya bapak Emus dengan penasaran.

“Saya akan duduk di sebelahnya, menyapa dan memulai percakapan” wanita itu menjelaskan

“Jika dia menanggapi dengan baik, saya akan mengelus kakinya dan jika dia merespons dengan menyentuh saya, maka saya akan membelai payudara dia!” wanita itu melanjutkan.

Mendengar perkataan wanita itu, spontan bapak Emus berkata mendesis

“Aduh sial, cilaka”

“Apa yang salah?” wanita itu bertanya

“Aku pikir aku juga lesbian.” Bapak Emus menjawab dengan tergagap.

Emus tetep asik memainkan mainannya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *