Hasrat Bapak Emus

Hasrat Bapak Emus

Hasrat Bapak Emus – Bapak Emus adalah seorang petani peternak yang terbilang sukses untuk ukuran masyarakat desanya.

Kebun dengan aneka sayuran serta buah dan sawah yang luas sudah cukup menjadi tolok ukur, selain itu Bapak Emus juga memelihara beberapa hewan ternak.

Ibu Emus nama aslinya adalah Uswatun tetapi sejak kelahiran Emus, orang desa memanggilnya dengan nama Ibu Emus.

Ibu Emus bukanlah wanita biasa, ia adalah wanita super istimewa, selain cantik dia juga mandiri, penuh pengertian, dan telaten mengurus rumah tangga.

Di desanya, Ibu Emus dulu waktu masih gadis dikenal sebagai bunga desa, maka tak heran jika banyak lelaki yang iri dengan Bapak Emus.

Mengingat begitu luasnya tanah perkebunan dan sawah yang dimilki oleh Bapak Emus, maka untuk mengerjakannya mereka menyewa para penduduk desa sebagai petani pengolah.

Baca juga Mendadak Disorientasi

Demikian juga dengan hewan ternak, pemeliharaan dibantu oleh beberapa penduduk desa, ada yang mengurus kandang sapi, kandang kambing, peternakan ayam dan kandang babi.

Partilah Sang Dambaan

Salah satu pekerja yang membantu keluarga Emus adalah Partilah, sosok gadis desa yang ayu dan anggun.
Partilah bekerja di kebun kopi milik Bapak Emus, Partilah inilah yang sering membuat Bapak Emus terpesona.

Memang dasar Bapak Emus lelaki tak tahu diuntung, dengan segala anugerah istri “sempurna” yang dimiliki, dia ternyata masih tetap mengharapkan untuk dapat bercinta dengan Partilah.

Partilah sendiri sudah mempunya pacar bernama Darmanto yang juga bekerja sebagai petani penggarap di kebun coklat milik Bapak Emus.

Segala daya upaya telah dilakukan Bapak Emus untuk bisa bercinta dengan Partilah, mulai dari menggodanya, mencubit mesra tetapi semua itu tidak menggoyahkan Partilah dan dia masih tetap setia dengan mas Darmanto kekasihnya.

Berkali-kali juga Bapak Emus mendatangi rumah Partilah, dengan alasan mampir atau menengok orangtua Partilah sambil membawa buah-buahan hasil kebunnya sebagai cindera mata, tetapi hasrat bapak Emus untuk bercinta dengan Partilah belum kesampaian juga.

Gambar hanya pemanis, tidak ada hubungannya dengan cerita ini.

Hasrat Bapak Emus

Hingga suatu saat karena hasrat yang sudah memuncak, maka dengan memberanikan diri Bapak Emus mendatangi rumah Partilah dan menyampaikan tawarannya.

Kebetulan saat itu rumah Partilah sepi karena orangtuanya sedang pergi menengok nenek Partilah yang sedang sakit di proipinsi lain.

“Partilah, maukah kamu bercinta denganku sekali saja” Bapak Emus langsung menyampaikan maksudnya

“Maaf bapak Emus, saya takut” jawab Partilah gemetar

“Takut sama siapa?” Bapak Emus masih gencar berusaha

“Takut sama Ibu Emus kalau tahu, dan takut sama mas Darmanto juga” Partilah menjawab sambil menjauhkan badannya dari Bapak Emus.

“Gini saja Partilah, Kamu saya kasih uang satu juta rupiah jika mau bercinta dengan saya sekali saja, masalah Ibu Emus ya jangan sampai dia tahu” Bapak Emus memang termasuk petarung gigih untuk urusan syahwat

“Terus mas Darmanto gimana?” Partilah masih mencoba menghindar

“Coba saja kamu bicarakan dengan Darmanto, saya melakukan hubungan intim ini pasti cepat kok, lha wong saya juga sudah ndak muda lagi” Bapak Emus malah mengusulkan

“Saya akan melemparkan uang satu juta itu ke lantai rumahmu, percayalah saat kamu membungkuk untuk mengambilnya saya pasti sudah selesai” Bapak Emus menjelaskan dengan bersemangat.

Partilah berpikir sejenak, kemudia dia berkata

“Baiklah Bapak Emus, tapi beri saya waktu untuk bicara dengan Mas Darmanto dulu, memohon ijin” jawab Partilah mulai berubah pikirannya.

“Yowes, nanti malam saya kembali lagi ke sini ya, semoga Darmanto menyetujui” Bapak Emus kemudian pergi meninggalkan Partilah dengan berharap banyak.

Sepeninggal Bapak Emus, Partilah bergegas menuju rumah Darmanto untuk menceritakan semua yang dialaminya dan dalam hati dia juga berharap mas Darmanto mengijinkan, karena bagi Partilah uang satu juta itu adalah uang yang banyak.

Setelah menyampaikan panjang lebar maksud Bapak Emus kepada Darmanto, ternyata Darmanto juga menyetujuinya.

“Tidak apa –apa dik Partilah, tapi kamu harus melakukan dengan cerdas, mintalah satu juta rupiah itu, kemudian ambilah uangnya dengan sangat cepat, Bapak Emus bahkan tidak punya cukup waktu untuk melepaskan pakaiannya sendiri.”

“Jadi saya tidak bercinta dengan Bapak Emus ya mas Darmanto?” tanya Partilah senang

“Ya kalau kamu cerdas, sebelum dia selesai melepas pakaiannya kamu sudah meninggalkan dia, dan saya yakin dia tidak akan marah, wong ini aib kok buat dia” jelas Darmanto meyakinkan Partilah

Akhirnya rencana mereka pun dijalankan.

Dua jam berlalu, Partilah datang dengan wajah kuyu dan badan lemas menemui Darmanto sang pacar .
“Apa yang terjadi dik?” tanya Darmanto heran

Partilah menjawab

“Buyar semua mas rencana sampeyan, Bapak Emus itu menyerahkan uang satu juta dalam pecahan limaribuan je, saat saya memunguti dilantai dia terus saja menggenjot saya saat membungkuk”

Darmanto pingsan.

 

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *