Emus yang Baik Hati

Emus yang Baik Hati

Emus yang Baik Hati – Seperti sudah diceritakan sebelumnya, Bapak Emus adalah seorang petani peternak yang terbilang sukses untuk ukuran masyarakat desanya.

Kebun dengan aneka sayuran serta buah dan sawah yang luas sudah cukup menjadi tolok ukur, selain itu Bapak Emus juga memelihara beberapa hewan ternak.

Selain tergolong orang kaya, Bapak Emus adalah seorang yang baik hati dan Dermawan, terlepas dari sifat “tukmis” dia, Singkatnya Bapak Emus adalah tokoh masyarakat yang disegani di desanya.

Minggu pagi itu Bapak Emus berencana pergi ke kota untuk menjual hasil panen sayurannya, tentu saja tidak lupa mengajak Emus, selain jalan-jalan gak ada salahnya mengajak Emus biar dia bisa juga belajar bagiaman berdagang sayur, demikina pikir bapak Emus.

Mereka berdua seperti biasa berkendara dengan “Si Jambrong”, sebua L-300 pik up andalan keluarga untuk mengangkut hasil sayur.

Baca juga Pelajaran Sekolah Minggu

Sesampai dipasar kota, mereka langsung menuju ke Kios Babah Liem, seorang pedagang sayur cina yang memiliki kios paling besar di pasar kota.

Setelah selesai menimbang dan tawar menawar dengan babah Liem, mereka berdua kemudian mampir menuju warung pak Darmo, sebuah warung tongseng kambing yang terletak didalam pasar.

Sambil menunggu pesanan, Bapak Emus memberikan beberapa petuah dan pelajaran kepada Emus tentang bagaimana menjual hasil pertanian.

“Intinya, kamu gak perlu malu yow le dan ingat jangan sekali-kali kamu jangan menjual sayuranmu dengan memberikan hutang kepada pedagang, ciloko nanti”

Singkat cerita setelah selesai semua urusan dan makan kenyang mereka berdua kemudian pulang kembali ke desa.

Emus yang Baik Hati

Dalam perjalanan mereka melihat dua orang di pinggir jalan, sedang makan rumput yang tumbuh liar disepanjang jalan.

Emus merasa kasihan dan tergerak hatinya melihat oleh betapa putus asa orang-orang itu, dia kemudian bilang kepada Bapak Emus

“Bapak, lihat kasihan sekali orang itu, bisa kah bapak berhenti sebentar?”

Bapak Emus kagum dengan sikap Emus, segera dia menghentikan “Si Jambrong” dan berjalan menemui kedua orang itu.

“Maaf bapak-bapak, apa yang terjadi? Mengapa bapak-bapak makan rumput? ”Tanya Bapak Emus

“Kami sangat lapar tuan, kami tidak bisa membeli makanan karena tidak memiliki pekerjaan dan sangat miskin!”, Jawab salah satu dari mereka

Bapak Emus pun segera memberi dua lembar uang limapuluh ribu kepada mereka dan berkata

“ini untuk beli makan, belikan juga makan untuk anak istri kalian”

Kedua orang itu tersenyum bahagia, segera mereka mencium tangan Emus

Ketika hendak meninggalkan kedua orang pria itu, Emus tiba-tiba menyampaikan ide kepada bapaknya
“Bapak bagaimana kalau kita ajak kedua orang itu ke rumah, banyak hal yang bisa dikerjakan di rumah, kasihan mereka kan”

Hebat ini anak pikir Bapak Emus dan mengangguk setuju untuk mengajak kedua orang itu ke rumah mereka.

“Bapak-bapak mari ikut dengan kami, kata anak saya ada pekerjaa yang bisa bapak-bapak kerjakan dirumah kami” kata bapak Emus dengan sedikit bangga.

Setelah lima belas menit berkendara, mereka akhirnya tiba dirumah Emus

“Emus sekarang coba kamu yang ngatur bapak-bapak ini harus mengerjakan apa” kata Bapak Emus kepada

Emus, dia mencoba melihat sejauh mana Emus bisa menentukan pekerjaan yang cocok buat mereka berdua.

“Aduh tuan kecil, kami sangat berterima kasih kepada tuan, karena telah memberikan pekerjaan kepada kami”!

“Ah, tidak masalah. Saya senang bisa membantu “jawab Emus

“Sekarang silahkan bapak-bapak makan rumput yang banyak, agar kenyang jadi nanti dirumah bapak-bapak tidak perlu mencari rumput lagi” kata Emus sambil menunjuk tegalan didepannya yang penuh ditumbuhi rumput.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *