CARA YANG ANDA PIKIRKAN

CARA YANG ANDA PIKIRKAN

CARA YANG ANDA PIKIRKAN – Namanya adalah Edi Musdianto, sering dipanggil dengan Emus singkatan dari nama panjangnya. Dia saat ini duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar.

Emus adalah anak tunggal dari keluarga yang bisa dikatakan kaya untuk ukuran warga desanya.

Ayah Emus adalah seorang petani peternak yang memiliki kebun lumayan luas dan beberapa hewan ternak seperti ayam, kambing, Sapi dan beberapa ekor Babi.

Emus adalah seorang anak yang cerdas, cara dan kemampuan berpikir dia melebihi anak seusianya.
Hal ini dapat dimengerti karena gizi yang dia dapat cukup terjamin.

Ayahnya seorang petani sekaligus tuan tanah dengan bermacam-macam sayuran yang ditanam. Selain itu dengan banyaknya hewan ternak yang dipelihara sudah jelas menggambarkan jaminan kecukupan gizi yang didapat Emus.

Baca juga Maaf Kali Ini Saya Golput

Karena anak tunggal perhatian kedua orang tua Emus pun tercurah penuh kepada dirinya, Emus sering mendapatkan pendidikan dan pelajaran langsung dari orang tuanya, baik itu berupa ilmu formal maupun non formal.

Di sekolah Emus sangat dikenal oleh para gurunya, karena dia selalu aktif dalam mengikuti pelajaran, semua pelajaran dia pahami dengan cepat dan setiap pertanyaan dari guru juga selalu bisa dijawab dengan cerdas.

Bagi teman-temannya Emus adalah seperti Dewa Penolong, dia sering membagikan bekal makanan yang dibawa dari rumah.

Hal yang membuat Emus disenangi oleh teman-temannya adalah setiap teman-teman satu kelas mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran, Emus tampil sebagai penyelamat dengan membantu mereka memahami pelajaran itu.

Pelajaran Matematika yang Menyenangkan

Pagi itu di kelas Emus ada pelajaran Matematika, sebuah pelajaran yang membuat anak-anak teman sekelas Emus pusing dan gak betah.

Meskipun guru Matematika itu cukup sabar dan ramah, tetapi tetap saja pelajaran Matematika adalah pelajaran yang tidak menyenangkan buat mereka.

Oya guru Matematika di kelas Emus adalah Ibu Rina, usianya 35 tahun cukup cantik untuk ukuran seorang guru, selain cantik juga cukup ramah dan bersahabat dengan setiap murid.

Mungkin karena kecantikannya inilah yang membuat Emus, betah dan suka dengan pelajaran Matematika disaat murid-murid yang lain merasa jengah dengan pelajaran Matematika.

Baca juga Mendadak Disorientasi

Bu Guru Rina, demikian murid-murid biasa memanggil selalu mengajarkan Matematikan dengan analogi sederhana biasanya selalu dengan menggunakan buah atau binatang untuk mempermudah penangkapan materi dan membuat murid-murid tertarik.

“Anak-anak selamat pagi” sapa Bu Rina saat memasuki kelas pagi itu

“Pagiiiiiiii bu guru” jawab murid serentak

“Hari ini kita ulangi lagi tentang pelajaran berhitung ya, tentang menambah dan mengurangi” Bu Rina menyampaikan materi pelajaran kepada murid-murid

“Karena kemarin sudah ibu ajarkan menambah dan mengurangi, sekarang ibu ingin memberi pertanyaan kepada kalian semua supaya lebih memahami”

“Cindy…coba dihitung, jika ayahmu memiliki 5 buah jeruk didalam kulkas, kemudian karena ibumu sehabis belanja menambahkan lagi jeruk didalam kulkas sebanyak 10 buah, ada berapa buah jeruk yang ada di Kukas sekarang?” tanya Bu Rina kepada Cindy.

Sambil menghitung jari, Cindy komat kamit kemudian menjawab “Limabelas bu guru”
“Betul, pintar kamu Cindy”

Nah sekarang Emus, coba dijawab ya

“Ada empat ekor Burung merpati di pagar, kemudian ayahmu menembak satu ekor, Berapa banyak yang tersisa?”

“Tidak ada sama sekali bu guru” Jawab Emus dengan cepat dan mantap

“Emus coba dengarkan baik-baik: Ada empat ekor Burung merpati di pagar, kemudian ayahmu menembak satu ekor, Berapa banyak yang tersisa?”

“Tetap tidak ada bu guru.” Jawab Emus lagi dengan sedikit kesal.

“Emus bisakah kamu menjelaskan jawaban itu?”

“Bu Guru, yang satu ekor tertembak, yang lain terbang, jadi tidak ada yang tersisa.”

“Emus, itu bukan jawaban yang benar, tetapi SAYA SUKA DENGAN CARA KAMU BERPIKIR.”

Emus cemberut kesal, kemudian sambil menunjukkan jari dia berkata

“Bu Guru, dapatkah saya mengajukan pertanyaan?”

“Tentu saja, kamu mau bertanya apa Emus”

“Ada tiga wanita di toko es krim, yang satu sedang menjilati es krim, yang satu sedang menggigit es krim dan yang satunya lagi sedang mengisap es krimnya, dari ketiga wanita itu yang mana yang sudah menikah?”

“Pertanyaan apa itu Emus” Bu Rina menjawab

“Ibu Guru tinggal menjawab saja kok, dari ketiga wanita itu yang mana yang sudah menikah?”

“Baiklah ibu guru jawab, yang sudah menikah adalah sedang mengisap es krimnya.” Jawab Bu Rina dengan mimik serius.

“Ah salah bu guru, yang sudah menikah adalah yang memakai cincin kawin di jari manisnya, tetapi SAYA SUKA DENGAN CARA IBU GURU BERPIKIR”.

Ibu Guru Rina keselak, murid lain hanya terdiam tidak paham. Itulah Emus, Edi Musdianto anak yang cara berpikirnya memang melampui anak seusianya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *